Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui pintu kedatangan di provinsi Aceh pada Oktober 2019 sebanyak 2.563 orang atau mengalami peningkatan sebesar 7,19 persen dibandingkan dengan September 2019.

Wisman terbanyak berasal dari Malaysia yaitu 1.788 orang pada Oktober 2019, sementara dari negara-negara Eropa masih sangat kurang.

“Selama ini jumlah wisatawan paling tinggi ke Aceh itu hanya dari Malaysia saja, jumlahnya selalu diatas 1.000-an, jarang dibawah 1.000-an. Sementara wisman dari negara-negara lain sangat kurang,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin kepada wartawan usai menyampaikan Berita Resmi Statistik, di Aula BPS setempat, Senin (2/12/2019).

Plt Gubernur Ajak Tingkatkan Minat Baca Kitab Kuning, Lhokseumawe Juara Umum MQK I Aceh

MPR RI Janji Perjuangan Dana Otsus Aceh jadi Permanen

Jumlah Wisman ke Aceh Meningkat  

Berdasarkan data dari BPS, wisman terbanyak pada Oktober 2019 berasal dari Malaysia sebanyak 1.788 orang, mengalami peningkatan dari September 2019 sebesar 5,61 persen.

Sementara jumlah wisman lainnya yang datang ke Aceh, seperti dari Tiongkok (175 orang), Singapura (52 orang), Thailand (46 orang), Perancis (33 orang), dan Australia (29 orang).

Secara kumulatif dari Januari-Oktober 2019, wisman terbanyak berasal dari Malaysia (14.397 orang), Jerman (1.026 orang), Tiongkok (883 orang), Amerika Serikat (845 orang), dan Inggris (541 orang).

“Kunjungan wisman kita sebagian besar dari Malaysia. Mereka tidak banyak belanja di Aceh, paling untuk kebutuhan biasa saja seperti makan. Apabila untuk belanja pakaian enggak di Aceh, mereka lebih memilih belanja ke Tanah Abang atau Bandung,” katanya.

Anggota Komisi V DPR RI, H Irmawan, 2.000 Unit Rumah di Aceh akan Direhab

IAIN Langsa Raih Juara Pertama Keterbukaan Informasi Publik Kategori PT se-Aceh

Alhamdulillah, Nurfaizah Guru Ngaji Sudah Memiliki Sumur Wakaf dari ACT

Dikatakan, Aceh lebih banyak mengandalkan wisata religi sehingga Malaysia lebih banyak datang ke Aceh.

Namun apabila ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisman, tidak hanya dari Malaysia dan meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat, maka harus dilakukan promosi wisata selain Malaysia.

Misal ke negara-negara Eropa dengan menawarkan wisata bahari dengan keindahan alam dan laut yang dimiliki provinsi Aceh.

“Karena wisata bahari yang kita miliki cukup bagus tidak kalah dengan wilayah lain,” sebutnya. (*)





>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here