Heboh! Tanah Bergerak Hingga 2 Rumah di Nyaris Terbelah – Acehsatu.com

0
7


ACEHSATU.COM | SUKABUMI – Dua rumah warga di Kampung Benda, RT 05 RW 06, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kerusakan setelah tanah di perkampungan mereka tiba-tiba retak pada Rabu (9/10/2019).

Retakan tanah terus merembet membuat lantai keramik dan dinding rumah warga seperti terbelah. Sebelumnya warga mendengar bunyi retakan disertai getaran kecil yang terus merembet hingga ke rumah mereka.

“Ada suara kretek-kretek, lalu genting juga berjatuhan. Retakan terus merembet ke dinding, lantai keramik di ruang tengah juga seperti terbelah,” kata Maman Sulaeman (70) warga setempat kepada detikcom.

Maman kemudian mengajak keluarganya untuk menyelamatkan diri. Setibanya di luar ia melihat rumah tetangganya juga mengalami kejadian serupa. Pengamatan detikcom, retakan di perkampungan waga itu memiliki panjang bentangan hingga kurang lebih 50 meter.

Menurut Maman, retakan tanah sebenarnya sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Awalnya warga berinisiatif menutup retakan tersebut dengan harapan panjang retakan tidak bertambah. “Sudah ditambal bahkan sampai 3 meter ke dalam retakan, eh kejadian lagi hari ini. Retakannya makin membesar dan memanjang,” katanya.

Foto: Syahdan Alamsyah

Hal senada diungkap Apoy Juhaeji (55). Ibu rumah tangga itu mengaku sempat panik saat retakan tanah tiba-tiba bergerak masuk ke dalam rumahnya. Saat itu ia dan suaminya sedang berada di dalam rumah.

“Tembok ruang tengah langsung retak besar dan atap bergeser, ruang tengah amblas ke bawah. Karena takut tertimpa reruntuhan saya dengan suami langsung berlari ke luar,” ucapnya.

Saat ini Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi berserta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sedang meninjau lokasi yang terdampak pergerakan tanah.

“Kami sudah mendapat laporan dari kecamatan kejadian ini seminggu yang lalu. Saat ini kami mendatangkan pihak BMKG Bandung untuk meneliti lebih lanjut penyebab retakan apakah karena pergerakan tanah atau hal lain,” ucap Nanang, Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Sukabumi.

Nanang menjelaskan, akibat kejadian itu dua rumah warga mengalami kerusakan. “Dua KK berisi 11 jiwa terpaksa kita minta untuk mengungsi sementara. Kita juga berikan imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama yang dua rumah ini,” ucapnya.(*)



>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here