Ingin Bahagia dan Sehat? Tenangkan Batin dengan Praktik Mindfulness : Okezone Lifestyle

0
4


Pernahkah Anda mempertanyakan, apa sebetulnya definisi bahagia? Sebagian orang menganggap kebahagiaan adalah kondisi ketika seseorang bisa memenuhi segala kebutuhannya atau bergelimang harta. Ada juga yang berasumsi bahwa kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang semata.

Menurut Adjie Santosoputro, selaku Emotional Healing & Mindfulness Expert, kebahagiaan adalah kondisi ketika seseorang bisa menerima keadaan apa adanya.

“Penelitian Harvard sudah membuktikan, semakin kaya semakin bahagia itu tidak terbukti. Semakin terkenal (banyak followers) semakin bahagia juga tidak terbukti bila bercermin dari kondisi perkembangan media sosial saat ini,” terang Adjie saat ditemui awak media, di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

 Laki-laki dan perempuan

Lebih lanjut, Adjie menjelaskan, kebahagiaan sebetulnya juga berkaitan erat dengan kualitas hubungan seseorang dengan orang-orang di sekitarnya seperti keluarga dan teman. Kendati demikian, hal tersebut bergantung pada kondisi mindfulness individu itu sendiri.

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa, mindful atau mindfulness merupakan kesadaran seseorang untuk bisa fokus menempatkan tubuh dan pikirannya di tempat yang sama, pada waktu bersamaan.

Sederhananya, bila Anda merasa tubuh berada di tempat saat ini (present), namun pikiran melayang jauh ke masa lalu atau masa depan, maka bisa dibilang Anda belum sampai pada tahap mindful.

“Kalau sudah bisa mengolah pikiran dan sampai pada tahap mindful, Anda bisa terhindar dari masalah kesehatan fisik maupun mental. Kuncinya tenang. Karena ketika pikiran Anda tidak tenang, maka akan menimbulkan stres.

Stres inilah yang kemudian memengaruhi organ fisik kita, dan akhirnya memicu timbulnya sejumlah penyakit seperti maag, gangguuan pencernaan, dan lain sebagainya,” tambah Adjie.

 Beberapa pemuda

Adjie pun membagikan beberapa pengalamannya saat menghadapi pasien yang memiliki riwayat sakit maag. Sang pasien mengaku sudah sering berkonsultasi dengan pihak dokter dan mengubah pola makan menjadi lebih teratur dan sehat.

Namun ternyata, ia tidak pernah mencoba untuk mengobati beban pikiran atau mengusir rasa stresnya terlebih dahulu. Padahal, Adjie menegaskan, sistem pencernaan manusia sering terganggu karena ia selalu dalam kondisi stres dan cemas.

Itulah sebabnya seseorang harus mulai melatih kesadaran pikiran dengan menerapkan konsep mindfulness dalam kehidupan sehari-hari. Caranya sangat sederhana, cukup luangkan waktu selama kurang lebih 5 menit setiap hari untuk bermeditasi.

“Perlu diingat bahwa ketika seseorang sudah bisa mengontrol pikirannya (mindfulness) mereka cenderung terhindar dari gangguan kesehatan mental yang bisa berujung pada percobaan bunuh diri. Orang yang nekat bunuh diri itu tidak memiliki mindfulness yang baik, dan pada akhirnya mereka selalu merasa kesepian,” terang Adjie.

“Sebaliknya, saat mereka dalam kondisi mindfulness, hal-hal seperti itu tidak mungkin terjadi karena mereka bisa berpikir jernih bahwa mereka tidak sendirian. Masih banyak orang yang peduli dengan mereka,” tukasnya.



>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here