Kekuatan Musik Kota “Neraka” Ambon

0
14


AMBON – Sejak zaman VOC dan Belanda, Kota Ambon terkenal penghasil rempah-rempah. Kota yang oleh pendiri Portugis dinamai dengan istilah Nossa Senhora da Aninciada itu merupakan pusat pelabuhan, pariwisata, dan pendidikan bagi Kepulauan Maluku. Kota ini sempat terpuruk akibat terjerat konflik sosial. 

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, Ambon merupakan kota kecil yang memiliki nama besar, terbukti sejak dahulu menjadi pusat perhatian bangsa Eropa sebagai pusat rempah-rempah.

Kini, Ambon berbenah dengan memanfaatkan kekayaan potensi yang dimiliki di daerah tersebut, bukan hanya rempah-rempah semata. Ambon juga dinilai telah siap menjadi kota musik dunia. 

Dalam kunjunganya beberapa bulan lalu, Direktur UNESCO City Of Music Mannheim, Jerman, Rainer Kern menilai Kota Ambon di Provinsi Maluku, sudah siap menjadi kota musik dunia.

Selama kunjungan beberapa hari di Kota Ambon dirinya bersama Tamara Kemanski dari Polandia melihat langsung, bertemu dan berbagi dengan masyarakat dan komunitas musik. Keduanya sepakat Ambon siap menjadi kota musik dunia. 

Tak salah jika dunia memberikan gelar kota musik bagi Ambon karena tak sedikit musisi ternama lahir dari kota tersebut. Misalnya, Glen Fredly, musisi yang dikenal dengan lagu galaunya, Melly Guslaw, dan seniornya Ruth Sahanaya. Musisi top Tanah Air di eranya itu kelahiran Ambon.  

“20 Tahun lalu kota ini bagai ‘neraka’, sehingga tidak ada yang berminat untuk mengunjungi Ambon. Tapi karena kultur budaya yang disatukan melalui musik sebagai perekat, maka Ambon kini jadi kota yang menjanjikan,” ujar Richard Louhenapessy, seperti dikutip Antara

Richard tak banyak menceritakan soal sisi kelam Kota Ambon 20 tahun lalu. Hanya saja secara sepintas dirinya menyebutkan kala itu Kota Ambon dilanda konflik sosial yang berdampak buruk bagi perkembangan kota ini.

Namun, seiring berjalannya waktu, kota yang berusia 440 tahun pada 7 September 2019 mendatang ini semakin dikenal dunia, terutama melalui musik. 

Musik, kata Richard sebagai perekat perdamaian antarumat beragama. Musik bagi masyarakat Ambon seperti sudah mendarah daging dan menjadi bagian dalam hidup.

Musik menjadi instrumen perdamaian. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun dilatih untuk saling menghormati dan saling menghargai lewat musik. Sehingga pada tahun 2019, pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada Ambon sebagai kota dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia. 

Richard menuturkan hal menarik walaupun orang Ambon itu kulit putih tua, tetapi sangat ramah dan ini yang menjadi kekuatan untuk membangun kota,” ujar Richard. (Syahrul Munir) 



>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here