Kemenpar dan Poltekom Ajak Mahasiswa Kembangkan Ekonomi Melalui Wisata Desa

0
13


KOTA MALANG – Pada tahun 2019, Bank Indonesia (BI) menargetkan sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia setelah kelapa sawit. Tak main-main, dikutip dari CNBC Indonesia saat konferensi pers Senin (18/03/2019), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, tahun ini pemerintah menargetkan devisa sektor pariwisata sebesar US$ 17,6 miliar atau setara dengan Rp 246 triliun (*kurs US$ 1 = Rp 14.000) dengan target 20 juta wisatawan mancanegara.

Di Malang sendiri pengembangan sektor wisata banyak dilakukan melalui pengembangan wisata desa maupun kampung tematik. Wisata desa dan kampung tematik dinilai tak hanya menghidupkan sektor pariwisata itu sendiri, namun juga sektor ekonomi di sekitarnya. Misalnya kuliner maupun pertokoan.

Untuk itu di tahun 2019 ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menginjakkan kaki ke era pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) guna menjaga dan dan mendukung meningkatnya kualitas kepariwisataan. Salah satu caranya dengan melakukan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan dalam gelaran Goes to Campus di Politeknik Kota Malang (Poltekom), pagi tadi (11/6).

Gelaran yang dihadiri kurang lebih 300 peserta ini sebagian besar berasal dari mahasiswa program studi D4 Destinasi Wisata. “Jadi pada tahun 2016 kita sudah MOU dengan Kemenpar saat akan membuka prodi tersebut dengan harapan ada kerjasama-kerjasama misalnya seperti pelatihan ini,” terang Direktur Poltekom, Dr. Isnandar.

Pelatihan SDM ini sangat bermanfaaat bagi mahasiswa D4 Destinasi Wisata, sebab ke depan, mahasiswa saat lulus akan ditarget membuat final project kepariwisataan pada semester 7. “Entah itu desa wisata atau kampung tematik. Kan semua itu sangat bagus,” tegasnya. Pada semester. Berbeda dengan skripsi, final project harus disetor dan harapannya dapat diwujudkan dengan dukungan pemerintah maupun stakeholder lain.

Selain itu, sejak semester 5 mahasiswa digiring untuk melakukan on the job training di kawasan wisata seperti desa wisata. Harapannya mahasiswa terlatih untuk menilik pariwisata mulai dari perencanaan, pengembangan, hingga pengelolaan.”Ini biar magangnya nggak cuma di agen travel atau pariwisata saja. Saat diturunkan di desa wisata, kami ingin nanti mahasiswa mengembangkan sektor-sektor ekonomi kepariwisataan disekitarnya,” tambah dia.

Diwawancarai di tempat yang sama, Kepala Sub Bidang Pengembangan SDM Kepariwisataan Kemenpar, Alfin Merancia, M.Si. membenarkan di era pengembanan SDM ini peningkatan kualitas dari tingkat mahasiswa sangat penting dilakukan. “Pelatihan ini agar mahasiswa itu awarness terhadap pariwisata Indonesia. Apalagi di Malang yang pariwisatanya banyak sekali,” bebernya.

Dengan kualitas yang meningkat Kemenpar berharap target sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar nomor satu dapat diwujudkan. “Wisata ini kan seksi sekali dan Indonesia sangat potensial. Tapi nggak akan terwujud jika SDM tidak dibenahi,” tukasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rofia
Penyunting: Fia



>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here